“Gue emang kaya gini”

Saya pernah membaca suatu tweet yang kira-kira bunyinya seperti ini:

“Perbedaan trait pada setiap individu tidak serta merta menjadi pembenaran akan perilaku orang tersebut karena ada yang namanya kontrol sosial.”

hmmm… saya jadi ingat. Seringkali seseorang merasa bahwa perilakunya dalam suatu situasi bisa dibenarkan karena begitulah ia. Begitulah ia menjadi dirinya sendiri. Orang lain, terutama orang terdekatnya, perlu menerima dan memahami dirinya. Hal ini membuat orang lain di sekelilingnya pun berusaha memaklumi perilakunya karena ‘dia memang seperti itu’. Terima saja apa adanya.

Namun orang sering lupa bahwa dia berada dalam suatu lingkungan yang terdiri dari sejumlah individu yang memiliki trait yang berbeda satu sama lain. Agar bisa berinteraksi dengan damai, seharusnya setiap orang bisa menahan ke-diri-annya agar tidak berbenturan dengan ke-diri-an orang lain. Ada hal-hal yang hendaknya perlu diredam asalkan tidak berbenturan dengan hal-hal prinsipil yang umum.

Tanpa perlu menenggelamkan diri sendiri ke dalam lingkungan sosial, idealnya seseorang dapat berperilaku dengan bijak sehingga tidak merugikan orang lain yang berinteraksi dengan dirinya. Mudah dikatakan, sulit dilakukan. Bisa jadi akhirnya seseorang terlalu mengekang dirinya sehingga tidak bebas merasa menjadi dirinya sendiri. Bisa jadi pula pada akhirnya seseorang terlalu membebaskan dirinya dengan mengatasnamakan ‘ini saya apa adanya’.

Dari apa yang saya serap di dalam psikologi sosial dan klinis yang saya pelajari, setiap orang memiliki keunikan. Keunikan ini nantinya mempengaruhi interaksinya dalam kelompok. Pada akhirnya, interaksinya dalam kelompok pun akan mempengaruhi keunikan setiap individu.

Jadi, apa yang saya ingin garis bawahi adalah, saya setuju dengan tweet yang saya kutip di atas. Benar adanya bahwa setiap orang itu memiliki keunikan yang membuatnya berbeda satu dengan yang lainnya. Namun, jangan lupa bahwa keunikan ini akan membawa pengaruh kepada interaksi kita dengan orang lain, positif maupun negatif. Nantinya, pengaruh positif atau negatif dari interaksi ini akan mempengaruhi keindividuan kita.

hmmm… tampaknya mulai sekarang saya perlu berpikir masak-masak sebelum mengatakan dan bertindak atas dasar ‘Gue emang kaya gini:)

 

Advertisement

One comment on ““Gue emang kaya gini”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s